Dilansir dari Industry, data International Diabetes Federation menunjukkan sekitar 20,4 juta jiwa di Indonesia menderita diabetes pada 2024. Berdasarkan hal tersebut, jumlah penderita diabetes diproyeksikan akan meningkat pada tahun 2045 menjadi sebanyak 28,6 juta jiwa. Bersamaan dengan hal tersebut, Daewoong Pharmaceutical (Daewoong) memperoleh izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk obat Enavogliflozin. Izin edar tersebut diberikan pada 24 Desember 2025.
Proyeksi oleh International Diabetes Federation menunjukkan bahwa diabetes merupakan penyakit kronis yang mengancam kesehatan masyarakat secara jangka panjang. Untuk menghadapi hal tersebut, inovasi dalam pengobatan dan strategi pengelolaan diabetes sangat diperlukan.
“Enavogliflozin merupakan komitmen Daewoong dalam menyediakan terapi inovatif yang berasal dari Asia dan telah terbukti secara klinis bagi pasien di Indonesia,” ujar Baek In-Hyun, Executive Director, Business Division dari Daewoong Pharmaceutical Indonesia pada Jumat (26/12).
Enavogliflozin menunjukkan efektivitas penurunan kadar gula darah yang setara dengan Dapagliflozin dengan perbaikan pada parameter HbA1c dan glukosa plasma puasa, dengan profil keamanan yang mendukung potensi penggunaan jangka panjang dalam praktik klinis.
Inhibitor SGLT-2 bekerja dengan cara mencegah penyerapan kembali glukosa dan natrium di ginjal melalui protein sodium-glucose cotransporter 2 (SGLT-2), sehingga meningkatkan pembuangan glukosa melalui urin dan menurunkan kadar gula darah. Efek dari obat-obatan tersebut tersebut berpotensi mendukung kesehatan jantung dan ginjal sekaligus menurunkan risiko komplikasi diabetes. ‘
Kehadiran Enavogliflozin diharapkan dapat memperluas pertukaran akademik mengenai terapi pengobatan diabetes antara Korea Selatan dan Indonesia sekaligus pertukaran wawasan klinis antara tenaga medis dari kedua negara tersebut.