Mayoritas Pengguna Puas, GPOS Percepat Pengembangan Berdasarkan Masukan Apotek

gpos

GPOS kembali merilis hasil Survei Kepuasan Pengguna Semester I 2026 yang melibatkan pengguna GPOS Lite dan relasi GPOS B2B dari berbagai wilayah di Indonesia.

Survei ini menjadi bagian dari komitmen GPOS untuk terus mengembangkan solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan operasional apotek sekaligus meningkatkan kualitas layanan berdasarkan masukan pengguna.

Menurut Henry Setiawan Ongkojoyo, Head of Digital Business & Channel Development GPOS, survei kepuasan pelanggan merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap bulan untuk memastikan pengembangan produk selalu selaras dengan kebutuhan pengguna di lapangan.

“Survei ini kami jalankan secara rutin setiap bulan untuk mendengarkan masukan dari relasi. Feedback yang diberikan menjadi fondasi utama bagi kami dalam terus meningkatkan mutu serta layanan, baik pada aplikasi GPOS B2B maupun GPOS Lite,” ujar Henry Setiawan Ongkojoyo, Head of Digital Business & Channel Development GPOS.

Hasil survei menunjukkan bahwa secara umum pengguna memberikan penilaian positif terhadap kedua platform. Pada GPOS Lite, tingkat kepuasan pelanggan (CSAT) mencapai 3,37 dari skala 4, sementara skor rekomendasi atau Net Promoter Score (NPS) berada di angka 7,53 dari skala 10.

Angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pengguna menilai GPOS Lite telah mampu mendukung aktivitas operasional apotek sehari-hari dan memiliki potensi rekomendasi yang baik kepada sesama pemilik apotek.

Sementara itu, GPOS B2B memperoleh hasil yang sedikit lebih tinggi dengan CSAT sebesar 3,45 dan NPS sebesar 7,80. Mayoritas responden menilai proses pengadaan obat melalui GPOS B2B lebih praktis, transparan, serta membantu menyederhanakan proses pembelian obat dari distributor resmi.

Masukan Pengguna Aplikasi Apotek Menjadi Prioritas Pengembangan di GPOS

Di balik tingginya tingkat kepuasan, survei juga mengungkap sejumlah tantangan yang masih dirasakan pengguna. Pada GPOS Lite, beberapa responden melaporkan kendala pada aplikasi yang menjadi masukan yang penting.

Sementara pada layanan GPOS B2B, masukan terbesar datang dari sisi sinkronisasi harga dan diskon, ketersediaan stok produk fast-moving, serta proses administrasi seperti pengunduhan e-Invoice dan aktivasi Surat Pesanan (SP) digital.

Seluruh masukan tersebut menjadi bahan evaluasi utama bagi tim GPOS. Setiap saran maupun keluhan dari pengguna dianalisis untuk menentukan prioritas pengembangan sehingga pembaruan yang dihadirkan benar-benar menjawab kebutuhan operasional apotek.

Roadmap Pengembangan Sudah Disiapkan

Sebagai tindak lanjut dari hasil survei, tim GPOS telah menyusun roadmap pengembangan yang akan dilakukan sepanjang tahun 2026.

Untuk GPOS Lite, fokus utama mencakup stabilisasi performa aplikasi, penyelesaian bug printer pada perangkat iOS, peningkatan kualitas layanan Customer Support (GPOS Care), pengembangan integrasi WhatsApp untuk pengiriman struk digital dan pengingat pasien, hingga penyempurnaan modul akuntansi.

Sementara pada GPOS B2B, pengembangan difokuskan pada integrasi sinkronisasi diskon secara real-time dengan distributor, peningkatan stabilitas sistem checkout, penyempurnaan master data dan katalog produk, serta edukasi penggunaan ekosistem GPOS kepada mitra apotek di berbagai daerah.

Komitmen Berinovasi Bersama Apotek Indonesia

Survei kepuasan bukan sekadar menjadi indikator performa layanan, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan arah inovasi GPOS ke depan. Dengan mendengarkan pengalaman pengguna secara langsung, GPOS dapat memprioritaskan pengembangan fitur dan peningkatan layanan yang memberikan dampak nyata bagi operasional apotek.

GPOS menyampaikan apresiasi kepada seluruh apotek yang telah berpartisipasi dalam Survei Kepuasan Pengguna Semester I 2026. Setiap masukan yang diberikan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem digital farmasi yang semakin stabil, efisien, dan memberikan nilai tambah bagi apotek di seluruh Indonesia.

Bagikan
WhatsApp
Facebook
LinkedIn

Telah Diliput oleh Media Tepercaya

Scroll to Top

Terima Kasih

Follow sosial media GPOS untuk lihat informasi terbaru