GPOS melalui PT Anugrah Argon Medica (AAM) menunjukkan komitmennya dalam mendorong digitalisasi apotek di Indonesia melalui partisipasi dalam KIT Hisfarma 2026. Mengusung semangat “One Indonesia, One Community Pharmacy Excellence – Innovating Together for National Health”, inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital di ekosistem farmasi yang terus berkembang.
Dalam kesempatan ini, peran strategis apoteker kembali menjadi sorotan. Perwakilan Kementerian Kesehatan RI dan Ikatan Apoteker Indonesia menegaskan bahwa kontribusi apoteker kini semakin luas, tidak hanya dalam pelayanan di apotek, tetapi juga sebagai garda depan edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Melalui AAM, GPOS menghadirkan solusi digital terintegrasi untuk mendukung pengembangan bisnis apotek. GPOS Lite memungkinkan apotek mengelola operasional secara lebih efisien, mulai dari manajemen stok hingga pencatatan transaksi yang real-time dan terstruktur.

Henry Setiawan Ongkojoyo, Head of Digital Business & Channel Development, menjelaskan bahwa GPOS dirancang sebagai solusi menyeluruh bagi apotek.
“GPOS menghadirkan pendekatan end-to-end yang memungkinkan apotek meningkatkan kinerja bisnis sekaligus memberikan layanan yang lebih optimal melalui integrasi sistem dan dukungan dari principal,” ujarnya.
GPOS juga memperkenalkan fitur unggulan Tebus Murah yang membantu apotek menyediakan obat dengan harga lebih terjangkau bagi pasien. Program ini turut mendorong peningkatan transaksi melalui skema subsidi, insentif, serta integrasi dengan layanan pengadaan GPOS B2B.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, GPOS juga mengadakan silent presentation untuk memperkenalkan ekosistemnya secara lebih komprehensif kepada peserta. Pada sesi yang dibawakan oleh Customer Success Associate Manager GPOS, Yohanes Denis Dwiputranto, peserta berkesempatan mengikuti program aktivasi berupa penukaran hadiah melalui pembelian produk OGB Dexa di aplikasi GPOS B2B.