Dalam industri farmasi, distribusi obat yang aman dan tepat waktu adalah kunci untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan lancar. Di Indonesia, proses distribusi ini dijalankan oleh Perusahaan Besar Farmasi (PBF).
Apotek, klinik, hingga rumah sakit bergantung pada layanan PBF untuk memenuhi kebutuhan stok obat setiap hari.
Sebelum kamu menentukan PBF mana yang tepat, penting untuk memahami apa itu PBF, apa saja manfaatnya, dan siapa saja PBF yang mendominasi industri distribusi obat di Indonesia.
Apa Itu PBF?

Perusahaan Besar Farmasi (PBF) adalah perusahaan yang memiliki izin resmi untuk melakukan pengadaan, penyimpanan, dan distribusi obat-obatan dalam skala besar.
PBF bertanggung jawab memastikan obat yang didistribusikan memenuhi standar keamanan, mutu, dan stabilitas sesuai regulasi nasional, termasuk Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).
Menurut BPOM, PBF wajib memiliki fasilitas penyimpanan yang terstandarisasi, sistem manajemen mutu, hingga armada distribusi yang terkontrol untuk memastikan kualitas obat tetap terjaga selama perjalanan.
PBF menjadi penghubung utama antara industri farmasi (produsen) dengan fasilitas pelayanan kesehatan seperti Apotek, klinik, dan rumah sakit.
Baca juga… PBF Itu Apa, Sih? Yuk, Simak Pengertian dan Tugas-Tugas Pedagang Besar Farmasi
Fungsi dan Manfaat PBF
PBF memiliki berbagai peran penting dalam rantai pasok farmasi, di antaranya:
1. Menjamin Ketersediaan Obat
PBF memastikan obat selalu tersedia dan dapat dijangkau oleh fasilitas kesehatan di berbagai daerah. Distribusi yang merata membantu menghindari kelangkaan obat, terutama untuk obat-obat esensial.
2. Menjaga Mutu Obat
PBF wajib menerapkan CDOB yang mengatur standar penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi obat. Ini membantu menjaga stabilitas obat hingga sampai ke tangan pasien.
3. Menyederhanakan Rantai Pasok
Tanpa PBF, fasilitas kesehatan harus menghubungi banyak produsen secara individual untuk membeli obat. PBF menyederhanakan proses tersebut sehingga kamu hanya perlu bekerja sama dengan satu distributor untuk kebutuhan obat dari berbagai merk.
4. Mendukung Kepatuhan Regulasi
Dengan mengikuti panduan BPOM, PBF memastikan alur distribusi obat aman dan sesuai regulasi. Ini membantu fasilitas kesehatan menghindari risiko hukum atau pelanggaran aturan.
Daftar PBF Terkenal di Indonesia
Berikut adalah beberapa PBF besar yang sudah memiliki rekam jejak panjang dan jaringan distribusi luas di Indonesia:
1. Anugrah Argon Medica (AAM)
Anugrah Argon Medica adalah salah satu PBF terbesar di Indonesia yang berdiri sejak 1980. Perusahaan ini merupakan bagian dari Dexa Group dan menjadi distributor utama untuk produk-produk Dexa Medica serta berbagai produk farmasi dari perusahaan lain.
AAM memiliki jaringan distribusi nasional yang meliputi pusat distribusi, cabang, gudang farmasi, serta fasilitas penyimpanan yang memenuhi standar CDOB. Perusahaan ini juga menangani obat-obatan cold chain, produk alat kesehatan, serta layanan logistik kesehatan terpadu.
Dengan infrastruktur yang luas, AAM menjadi salah satu pilihan utama Apotek dan fasilitas kesehatan yang membutuhkan distribusi cepat dan terjamin.
2. Enseval Putera Megatrading (EPMT)
Enseval Putra Megatrading adalah pemain raksasa dalam distribusi farmasi dan konsumer di Indonesia. Anak perusahaan Kalbe Group ini mendistribusikan ribuan SKU obat, alat kesehatan, hingga produk nutrisi.
EPMT memiliki lebih dari 40 cabang distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan sistem logistik yang terintegrasi dan layanan pengiriman terjadwal.
3. Otto Pharmaceutical Industries (Melalui Otto Distribution Network)
Otto Pharmaceutical Industries dikenal sebagai produsen, namun distribusi produknya dijalankan melalui Otto Distribution Network yang dikembangkan oleh perusahaan induknya.
Otto Distribution Network memenuhi kebutuhan obat ke berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia dengan standar penyimpanan yang memenuhi CDOB.
4. Millennium Pharmacon International (MPI)
Millennium Pharmacon InternationaI adalah PBF publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan memiliki reputasi kuat dalam distribusi obat resep, OTC, serta alat kesehatan.
Perusahaan ini bekerja sama dengan berbagai prinsipal farmasi domestik maupun internasional, menghadirkan variasi produk yang cukup lengkap bagi Apotek dan klinik. Dengan cabang yang tersebar di banyak provinsi, MPI termasuk PBF yang cukup mudah diakses.
5. Saras Subur Ayoe (SSA)
Saras Subur Ayoe adalah PBF yang juga dikenal sebagai produsen obat herbal dan suplemen. Meski terkenal di sektor herbal, SSA memiliki jaringan distribusi farmasi yang luas dan menangani berbagai produk suplemen, vitamin, hingga alat kesehatan.
PBF ini sering dipilih untuk fasilitas kesehatan yang menjual banyak produk herbal atau jamu modern yang sudah terstandarisasi.
Bagaimana Memilih PBF yang Tepat untuk Apotek atau Klinik?
Saat kamu ingin menentukan PBF yang paling sesuai, pertimbangkan beberapa aspek berikut:
1. Jangkauan Distribusi
Pastikan PBF dapat mengirim ke wilayah operasional kamu dengan cepat dan konsisten.
2. Kelengkapan Produk
Semakin beragam SKU yang tersedia, semakin mudah kamu memenuhi kebutuhan Apotek tanpa perlu memesan ke banyak distributor.
3. Kepatuhan CDOB
Pastikan PBF memiliki fasilitas penyimpanan yang memenuhi standar BPOM, terutama untuk produk cold chain seperti insulin dan vaksin.
4. Sistem Administrasi yang Rapi
PBF dengan sistem pemesanan digital, pelacakan pesanan, dan dokumen lengkap akan memudahkan kamu dalam audit atau pelaporan.
Dengan mengetahui PBF besar yang ada di Indonesia, kini kamu meningkatkan referensi terkait PBF yang ada di Indonesia. Memilih PBF yang tepat membantu kamu menjaga ketersediaan obat dan meningkatkan kelancaran operasional Apotek.
Jika ingin operasional Apotek berjalan lebih efisien, kamu bisa pakai GPOS Lite untuk kelola stok, kasir, dan transaksi harian.
Kamu juga bisa belanja kebutuhan obat langsung dari PBF Online melalui GPOS B2B, agar pemesanan lebih efisien dan kualitas produk terjamin.




